Tentunya aku seorang wanita…Yang terlahir suci bersih
dari seorang Ibu yang mulia. Aku terlahir dalam tangisan, namun disambut
senyuman….Mengapa? Berkelana dalam hidup tanpa arah dan tujuan. Tak mengerti
kebaikan ataupun dosa! Hanya menjalani hidup seperti umumnya manusia. Bersusah
payah mencari nafkah, untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup jasmaniah. Makan,
tidur, bekerja, dan bermain demikian yang aku jalani.
Namun hari ini, telah menemukan
Jalan Kesadaran untuk hidup yang lebih bermakna. Bahwa hidup ini bukan untuk
makan, tapi makan untuk hidup agar bisa berguna bagi kehidupan ini dan juga
orang lain.Bahwa hidup yang paling utama adalah harus menemukan siapa aku yang
sejati yang sebenarnya. Barulah kemudian dapat mengerti mengapa aku terlahir ke
dunia ini. Karena selama ini aku telah kehilangan dan melupakannya.
Bahwa nilai kehidupan itu bukan
karena bisa berumur panjang dan hidup sampai tua. Melainkan bagaimana memahami
makna dari kehidupan. Makna dari kehidupan berarti apabila aku dapat menanam
kebaikan dan bermakna bagi kehidupan orang lain dan kehidupan itu sendiri.
Kehidupan di didunia ini bagaikan
bersekolah, tingkatan demi tingkatan harus dilalui. Belajar dan belajar. Kemudian
juga harus mengikuti ujian yang telah ditetapkan dalam Kurikulum. Semua terus
berlanjut sampai akhirnya hari penentuan. Apakah aku lulus atau tidak? Tentunya
semua tergantung nilai-nilai hidup yang aku dapatkan.
Bahwa kini…aku hanya manusia
biasa yang terus mengikuti pelajaran dan mengejar nilai-nilai untuk pertimbangan
kenaikan kelas berikutnya.
Bahwa kini dalam diriku masih
begitu banyak kekurangan, harus terus memperbaiki diri, dengan terus
berintrospeksi diri dan merenungi demi kecermerlangan nurani yang telah
terkotorkan oleh keduniawian hidupku.
Bahwa aku selalu berharap, para
sahabat untuk mengerti dan terus memotivasi agar aku lebih percaya diri lagi
dalam menatap hari-hari.
Dan yang perlu dicatat
adalah,bahwa apa yang tertulis di blog ini adalah bukan untuk mengurui atau
menyadarkan siapa-siapa. Semuanya adalah untuk menyadarkan diri sendiri. Banyak
Pengalaman berharga Ketika aku mengenal seseorang yang kudambakan dalam setiap
kehidupanku, Bisa bertindak sebagai Sahabatku, Kakakku,Ayahku, Guruku hingga kelak
dengan takdir yang Alloh berikan,kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi
menit nanti, esok...minggu depan...bulan depan...tahun depan....semua adalah
rahasia Illahi. Aku lebih banyak lagi mengenal ilmu Tauhid,makrifat dan
bagaimana menyikapi setiap kehidupan yang Alloh berikan pada setiap makhlukNya
di dunia ini. Semua tidak terlepas dari belajar dan belajar. Maknai dalam
setiap kehidupan yang ada tanpa harus menyesali karena semuanya adalah pembelajaran
dalam setiap kehidupan. Salah dan benar adalah terhalang oleh benang tipis yang
terkadang luput dari penglihatan. Kadang orang yang salah cenderung mendapat
hujatan, sedangkan dalam dirinya sendiri belum tentu benar, Kebenaran yang
hakiki adalah milik Alloh semata. Siapa orang yang mau selamanya salah? Jawabanya
adalah tidak ada...karena pada fitrahnya manusia dilahirkan dalam keadaan suci,
jika seorang berbuat salah kemudian menghujatnya, bagaimana bila skenario yang
Alloh berikan itu menimpa diri kita? Semua adalah pembelajaran untuk kita
pahami.
Dari seorang yang aku kenal
menjadikan aku seorang yang lebih berarti dan lebih bertambah mengenal Alloh,
hingga mengantarkanku memenuhi panggilan Alloh untuk melaksanakan Umroh. Aku
sendiri tak memahami mengapa semua ini terjadi karena tak cukup persiapan untuk
melangkah memenuhi panggilan Alloh. Dari cara mengajarkanku ibadah ibadah wajib
dan sunah Rejeki itu Alloh berikan hingga aku dalam waktu yang singkat bisa
mememnuhi panggilan Alloh di baitulloh al Mukaromah. Terbukalah tabir tabir yang selama ini
kudambakan menuju kebaikan dunia dan akhirat. Berharap Aku diberikan kemampuan
untuk tahfiz Al-Qur’anul Karim dan Mampu memahami maknanya serta diberikan
kemampuan untuk memahami sunah sunah Rosululloh sebagai bahan pembekalan dalam
kehidupan kelak. Harta adalah permainan nafsu semata, tanpa harta memang orang
bisa kufur tapi bila mampu memahaminya Harta merupakan jembatan untuk kebaikan.
Dan lebih dari itu, siapa
tahu…ada sahabat yang mengalami seperti aku, sehingga kita bisa saling untuk menyadarkan
dan menyatu dalam jalan kehidupan ini.Mengambil hikmah dari setiap peristiwa
yang terjadi. Keburukan bukan untuk dibenci melainkan dicintai untuk diberikan
Pelita dalam kegelapan. Jangan terlena dengan Kebaikan karena kebaikan
terkadang membutakan menjadikan taqabaro, sedangkan Taqabaro adalah pakaian
Alloh,kita tak pantasa untuk mengenakannya.
Wallohu’alam sodaqollohul’adzhiim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar