Kamis, 13 Maret 2014

Aku

Tentunya  aku seorang wanita…Yang terlahir suci bersih dari seorang Ibu yang mulia. Aku terlahir dalam tangisan, namun disambut senyuman….Mengapa? Berkelana dalam hidup tanpa arah dan tujuan. Tak mengerti kebaikan ataupun dosa! Hanya menjalani hidup seperti umumnya manusia. Bersusah payah mencari nafkah, untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup jasmaniah. Makan, tidur, bekerja, dan bermain demikian yang aku jalani.

Namun hari ini, telah menemukan Jalan Kesadaran untuk hidup yang lebih bermakna. Bahwa hidup ini bukan untuk makan, tapi makan untuk hidup agar bisa berguna bagi kehidupan ini dan juga orang lain.Bahwa hidup yang paling utama adalah harus menemukan siapa aku yang sejati yang sebenarnya. Barulah kemudian dapat mengerti mengapa aku terlahir ke dunia ini. Karena selama ini aku telah kehilangan dan melupakannya.


Bahwa nilai kehidupan itu bukan karena bisa berumur panjang dan hidup sampai tua. Melainkan bagaimana memahami makna dari kehidupan.  Makna dari  kehidupan berarti apabila aku dapat menanam kebaikan dan bermakna bagi kehidupan orang lain dan kehidupan itu sendiri.

Kehidupan di didunia ini bagaikan bersekolah, tingkatan demi tingkatan harus dilalui. Belajar dan belajar. Kemudian juga harus mengikuti ujian yang telah ditetapkan dalam Kurikulum. Semua terus berlanjut sampai akhirnya hari penentuan. Apakah aku lulus atau tidak? Tentunya semua tergantung nilai-nilai hidup yang aku dapatkan.
Bahwa kini…aku hanya manusia biasa yang terus mengikuti pelajaran dan mengejar nilai-nilai untuk pertimbangan kenaikan kelas berikutnya.
Bahwa kini dalam diriku masih begitu banyak kekurangan, harus terus memperbaiki diri, dengan terus berintrospeksi diri dan merenungi demi kecermerlangan nurani yang telah terkotorkan oleh keduniawian hidupku.

Bahwa aku selalu berharap, para sahabat untuk mengerti dan terus memotivasi agar aku lebih percaya diri lagi dalam menatap hari-hari.
Dan yang perlu dicatat adalah,bahwa apa yang tertulis di blog ini adalah bukan untuk mengurui atau menyadarkan siapa-siapa. Semuanya adalah untuk menyadarkan diri sendiri. Banyak Pengalaman berharga Ketika aku mengenal seseorang yang kudambakan dalam setiap kehidupanku, Bisa bertindak sebagai Sahabatku, Kakakku,Ayahku, Guruku hingga kelak dengan takdir yang Alloh berikan,kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi menit nanti, esok...minggu depan...bulan depan...tahun depan....semua adalah rahasia Illahi. Aku lebih banyak lagi mengenal ilmu Tauhid,makrifat dan bagaimana menyikapi setiap kehidupan yang Alloh berikan pada setiap makhlukNya di dunia ini. Semua tidak terlepas dari belajar dan belajar. Maknai dalam setiap kehidupan yang ada tanpa harus menyesali karena semuanya adalah pembelajaran dalam setiap kehidupan. Salah dan benar adalah terhalang oleh benang tipis yang terkadang luput dari penglihatan. Kadang orang yang salah cenderung mendapat hujatan, sedangkan dalam dirinya sendiri belum tentu benar, Kebenaran yang hakiki adalah milik Alloh semata. Siapa orang yang mau selamanya salah? Jawabanya adalah tidak ada...karena pada fitrahnya manusia dilahirkan dalam keadaan suci, jika seorang berbuat salah kemudian menghujatnya, bagaimana bila skenario yang Alloh berikan itu menimpa diri kita? Semua adalah pembelajaran untuk kita pahami.

Dari seorang yang aku kenal menjadikan aku seorang yang lebih berarti dan lebih bertambah mengenal Alloh, hingga mengantarkanku memenuhi panggilan Alloh untuk melaksanakan Umroh. Aku sendiri tak memahami mengapa semua ini terjadi karena tak cukup persiapan untuk melangkah memenuhi panggilan Alloh. Dari cara mengajarkanku ibadah ibadah wajib dan sunah Rejeki itu Alloh berikan hingga aku dalam waktu yang singkat bisa mememnuhi panggilan Alloh di baitulloh al Mukaromah.  Terbukalah tabir tabir yang selama ini kudambakan menuju kebaikan dunia dan akhirat. Berharap Aku diberikan kemampuan untuk tahfiz Al-Qur’anul Karim dan Mampu memahami maknanya serta diberikan kemampuan untuk memahami sunah sunah Rosululloh sebagai bahan pembekalan dalam kehidupan kelak. Harta adalah permainan nafsu semata, tanpa harta memang orang bisa kufur tapi bila mampu memahaminya Harta merupakan jembatan untuk kebaikan.

Dan lebih dari itu, siapa tahu…ada sahabat yang mengalami seperti aku, sehingga kita bisa saling untuk menyadarkan dan menyatu dalam jalan kehidupan ini.Mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi. Keburukan bukan untuk dibenci melainkan dicintai untuk diberikan Pelita dalam kegelapan. Jangan terlena dengan Kebaikan karena kebaikan terkadang membutakan menjadikan taqabaro, sedangkan Taqabaro adalah pakaian Alloh,kita tak pantasa untuk mengenakannya.
Wallohu’alam sodaqollohul’adzhiim.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar